Perjalanan ini sebenarnya sudah 2 tahun yang lalu, tetapi
saya masih mempunyai sepenggal ingatan untuk di ceritkan dalam Blog ini.
Perjalanan ini dimulai dari sebuah tawaran bapak saya untuk
melakukan sebuah perjalanan ke Semeru. Dengan sedikit pertimbangan dan waktu, saya
pun menyetujui tawara tersebut.
Setelah sekitar 30
menit beristirahat, perjalanan pun di lanjutkan kembali menuju Ranu Pani (Danau
Pani; Ranu=Danau) yang merupakan start dari perjalanan kami yang sesungguhnya
menuju puncak Mahameru. Perjalanan menuju ke Ranu Pani memakan waktu sekitar 3
jam. Setelah sapai di sana kami masih harus meminta ijin dari kantor perijinan
di sana. Nah, sembari menunggu salah satu teman kami mengurus pendaftaran dan
perijinan saya dan yang lainnya memesan bakso sambil menunggu gerimis reda, karena
saat itu sedang gerimis. Pendaftarannya cukup lama sekitar 30 menit lebih,
karena saat itu sedang ramai, banyak pendaki dari berbagai kota yang juga akan
mendaki, jadi kami tidak sendiri.
Setelah selesai mendaftar, perjalanan yang sesungguhnya pun
dimulai, perjalanan dimulai sekitar 04.30 sore. Saya, mbak, adik dan bapak saya
berangkat dahulu, dan yang lainnya menyusul.
1 kilo meter pertama terasa sangat memberatkan dengan tas
yang membebani punggung dan trek yang menanjak di tambah lagi kurangnya latihan
fisik sebelumnya. Tetapi setelahnya, saya mulai bisa beradaptasi dengan
keadaan. Sekitar 1 jam perjalanan kami sampai di pos pertama, rambongan teman
kami yang di belakang belum menyusul. Kami tidak ingin membuang waktu kami
dengan percuma, jadi kami tidak berlama-lama disini dan langsung melanjutkan
perjalanan kami ke pos selanjutnya.
Sekitar 1,5 jam perjalanan, sekitar pukul 06.30 sore tiba-tiba huja
turun,segera saja kami mencari tempat perlindungan, sangat susah mencari tempat
perlindungan di tempat seperti ini,tetapi keberuntungan memang selalu ada, kami
menemukan sebuah celah,tidah terlalu besar dalamnya tidak sampai 1 meter tetapi
masih ada tanaman diatasnya yang menjadi
pelindung. Dalam tempat yang sempit ini kami berempat langsung mengeluarkan jas
hujan kami dan memakainya. Setelah sekitar 10 menit menunggu,ternyata rombongan
teman kai yang di belakang telah menyusul tanpa menunggu lebih lama lagi, kami
langsung melanjutkan perjalanan dalam hujan yang deras. Untung saja
beberapa menit setelahnya, hujan menjadi gerimis. 30 menit kemudian kami
telah sampai di pos 2, Beberapa saat setelah kami sampai, gerimis menjadi hujan
yang sangat deras dan berlangsung lama, karena tidak ingin mengambil resiko,
kami memutuskan untuk menunggu. Kami tidak menunggu hujan sendiri,karena ada rombongan
pendaki lain yang juga berteduh di sini. Sambil menunggu, kami mengisi tenaga
kami dengan minuman hangat sambil bertegur sapa denga pendaki dari rombongan
lain. Suasana yang tadinya dingin menjadi hangat banyaknya orang dlam pos yang
berukuran 3x3.
Setelah kurang lebih 1 jam menunggu,hujan pun reda, kami
semua pun melanjutkan perjalanan. Tetapi perjalanan kami jadi sedikit lebih
susah karena jalan yang licin dan berlumpur sehabis hujan,dan juga minimnya
pencahayaan yang hanya kami dapat dari senter kami sehingga menyulitkan kita
memilih jalan becek,jika kita salah memilih jalan kita akan kita akan
terpeleset dan jatuh yang akan membahayakan keselamatan kita. Tetapi semuanya
berjalan dengan lancer meskipun sedikit terhambat.
Sekitar pukul 10.00 malam kami sampai di pos 3, kemudian
kami beristirahat. Setelah kami cukup beristirahat, kami pun melanjutkan
perjalanan. Jalan yang kami lalui saat itu kering, sepertinya hujan tidak
sampai di sini, tetapi treknya sangat curam di bandingakan trek sebelumnya.
Dari pos 3 tidak terlalu lama da jauh menuju ke pos selanjutnya, sekitar 45
menit, kami sudah sampai di pos 4. Area pos 4 adalah area terbuka, maksudnya
tidak tetutupi hutan, jadi di sini kami bisa melihat betapa indahnya taburan
bintang yang jarang kami dapat di daerah perkotaan. Pos 4 terletak di Ranu
Kumbolo, di sinilah base camp pertama kita, dan kita akan mendirikan tenda di
sini. Tetapi karena di are pos 4 sudah banyak pendaki yang mendirikan tenda di
sini, jadi kami berjalan sedikit lebih jauh lagi untuk mendapatkan tempat yang
lebih dekat dengan danau untuk mendirikan tenda. Sekitar pokul 11.30, kami telah menemukan tempat dan segera
mendirikan tenda, setelah itu kami mengganti pakaian,memasak mie dan makan.
Tanpa membuang banyak waktu, setelah makan, sekitar pukul 12 malam kami
langsung tidur dalam udara dingin,
sehingga pakaian dan selimut tebal yang di pakai terasa tidak mempan mengusir
dinginnya udara Semeru, tetapi kantuk dan lelah telah memaksa kami untuk
terlelap meskipun dalam udara dingin.
BERSAMBUNG......







0 komentar:
Posting Komentar