Move On. Mendengar kata itu pasti kita akan berpikir
seseorang yang habis patah hati dan mencoba untuk membuka lembaran baru atau
yang sedang mencoba melupakan mantan pacar. Saya yakin semua orang di dunia
mulai dari anak-anak sampai orang tua pernah mencoba Move On. Move On tidak
selalu identik dengan pacaran. move onjuga bisa dari barang,kebiasaan atau yang
lainnya.
Kali ini saya akan menceritakan pengalaman move on saya. Apakah
anda ingin tau saya move on dari siapa??
Anda sudah tau kan apa itu? Ya memang kelihatan aneh,anda
mungkin berpikir mengapa saya tidak move
on dari mantan pacar? Karena saya belum mempunyai pengalaman move on dari
mantan pacar. Tapi kali ini saya akan bercerita tentang move on dari barnag
kesukaan saya,yaitu flashdisk.
Ceritanya begini……
>>>>> Di suatu pagi yang melelahkan dan
panas,karena saat itu saya habis upacara. Tiba-tiba ada pengumuman kalau hasil
try out pertama sudah diumumkan dalam bentuk file,dan siswa bisa melihat hasil
try outnya dengan meminta file dari slah satu anak yang sudah diberi file oleh
guru. Salah satu teman yang sekelas denga saya sudah ada yang memiliki file
tersebut,langsung saja saya meminta file tersebut dari teman saya tadi. Sesudh
saya mendapatkan file,saya lngsung mengecek hasil try out saya di laptop saya
sendiri……
Kemudian pada jam terakhir pelajaran,guru mata pelajaran
saat itu memberikan file hasil scaner soal-soal try out sebelumnya,dan guru
tersebut meminta salah seorang anak untuk meminjamkan flashdisk,untuk mengcopy
file tersebut dan nanti di sebarkan. Saya pun meju memberikan flashdisk saya.
Nah,setelah di masukan ke tempat flashdisk (saya tidak tahu namanya J) ternyata flashdisk
say tidak terbaca,saya pun bingung,ada apa dengan flashdisk saya?? Tetapi saat
itu saya tetapi berpikiran positif,mungkin karna laptopnya yang rusak. Akhirnya
teman saya meminjamkan flashdisknya menggantikan flashdisk saya.
Sampai dirumah,saya lngsung membuka laptop saya dan mencoba
mengcek flashdisk saya. Ternyata…. Flashdisk saya tidak bisa terbaca juga. Saya
pun mulai panik. Bagaimana tidak? Flashdisk itu adalah flasdisk kesayangan
saya,flasdisk itu sudah banyak membantu saya selama 4 tahun. Dan juga banyak
file-file yang sangat penting dalam flashdisk tersebut. Tetapi saya tetap
berpikiran positif. Esok harinya saya pun mencoba megacek kembali flashdisk
saya ke leptop teman-teman saya,ternyata…..hasilnya sama saja. Saya pun semakin
panik,saya pun bertanya kepada guru computer saya,dan beliau bilang bahwa saya
harus membeli flashdisk baru. Saya pun putus asa. Bukan karena kehilangan
flashdisk,karena saya tidak keberatan untuk membeli flasdisk baru lagi. Tetapi
semua data yang ada di dalamnyaaaaa,semuanya tidak bisa digantikan. Mungkin anda
berpikir bahwa data yang ada dalamnya tidak terlalu penting,tapi percalayah
semua data yang ada dalam flashdisk itu
sangat penting,dan yang lebih para lagi saya tidak punya salinan
datanya. Sudah berakhirlah riwayat flashdisk saya…..
Tetapi setelah itu saya langsung move on dengan laptop saya.
Setelah kejadian itu,hampir setiap hari saya membawa laptop ke sekolah. Setelah
kejadian itu saya menyimpan semua data ke dalam laptop dan mebuat salinan untuk
data yang penting,di laptop dan di flashdisk. Memang awalnya berat untuk
dijalani,karena laptop saya memberatkan tas saya. Tetapi lama-kelamaan saya
bisa menerima bahwa flashdisk kesayangan saya sudah tamat riwayatnya,dan saya
pun merelakan data yang ada didalamnya. Bagi saya,meskipun itu sebuah flashdisk
tetapi flashdisk itu tidak akan tergantikan,karena itu merupakan flashdisk
pertama saya dan sekaramg saya menyimpanya dengan baik sebagai
kenang-kenangan.<<<<<
I Itulah cerita pengalaman move on saya yang aneh. Maaf kalau
ceritanya garing dan tidak seru. Mungkin saya belum menulis dengan tepat. Mohon
kritikannya…..








0 komentar:
Posting Komentar