Senin, 02 Maret 2015

Move On???


     Move On. Mendengar kata itu pasti kita akan berpikir seseorang yang habis patah hati dan mencoba untuk membuka lembaran baru atau yang sedang mencoba melupakan mantan pacar. Saya yakin semua orang di dunia mulai dari anak-anak sampai orang tua pernah mencoba Move On. Move On tidak selalu identik dengan pacaran. move onjuga bisa dari barang,kebiasaan atau yang lainnya.
Kali ini saya akan menceritakan pengalaman move on saya. Apakah anda ingin tau saya move on dari siapa??

     Anda sudah tau kan apa itu? Ya memang kelihatan aneh,anda mungkin berpikir  mengapa saya tidak move on dari mantan pacar? Karena saya belum mempunyai pengalaman move on dari mantan pacar. Tapi kali ini saya akan bercerita tentang move on dari barnag kesukaan saya,yaitu flashdisk.
     Ceritanya begini……
>>>>> Di suatu pagi yang melelahkan dan panas,karena saat itu saya habis upacara. Tiba-tiba ada pengumuman kalau hasil try out pertama sudah diumumkan dalam bentuk file,dan siswa bisa melihat hasil try outnya dengan meminta file dari slah satu anak yang sudah diberi file oleh guru. Salah satu teman yang sekelas denga saya sudah ada yang memiliki file tersebut,langsung saja saya meminta file tersebut dari teman saya tadi. Sesudh saya mendapatkan file,saya lngsung mengecek hasil try out saya di laptop saya sendiri……
Kemudian pada jam terakhir pelajaran,guru mata pelajaran saat itu memberikan file hasil scaner soal-soal try out sebelumnya,dan guru tersebut meminta salah seorang anak untuk meminjamkan flashdisk,untuk mengcopy file tersebut dan nanti di sebarkan. Saya pun meju memberikan flashdisk saya. Nah,setelah di masukan ke tempat flashdisk (saya tidak tahu namanya J) ternyata flashdisk say tidak terbaca,saya pun bingung,ada apa dengan flashdisk saya?? Tetapi saat itu saya tetapi berpikiran positif,mungkin karna laptopnya yang rusak. Akhirnya teman saya meminjamkan flashdisknya menggantikan flashdisk saya.
Sampai dirumah,saya lngsung membuka laptop saya dan mencoba mengcek flashdisk saya. Ternyata…. Flashdisk saya tidak bisa terbaca juga. Saya pun mulai panik. Bagaimana tidak? Flashdisk itu adalah flasdisk kesayangan saya,flasdisk itu sudah banyak membantu saya selama 4 tahun. Dan juga banyak file-file yang sangat penting dalam flashdisk tersebut. Tetapi saya tetap berpikiran positif. Esok harinya saya pun mencoba megacek kembali flashdisk saya ke leptop teman-teman saya,ternyata…..hasilnya sama saja. Saya pun semakin panik,saya pun bertanya kepada guru computer saya,dan beliau bilang bahwa saya harus membeli flashdisk baru. Saya pun putus asa. Bukan karena kehilangan flashdisk,karena saya tidak keberatan untuk membeli flasdisk baru lagi. Tetapi semua data yang ada di dalamnyaaaaa,semuanya tidak bisa digantikan. Mungkin anda berpikir bahwa data yang ada dalamnya tidak terlalu penting,tapi percalayah semua data yang ada dalam flashdisk itu  sangat penting,dan yang lebih para lagi saya tidak punya salinan datanya. Sudah berakhirlah riwayat flashdisk saya…..
     Tetapi setelah itu saya langsung move on dengan laptop saya. Setelah kejadian itu,hampir setiap hari saya membawa laptop ke sekolah. Setelah kejadian itu saya menyimpan semua data ke dalam laptop dan mebuat salinan untuk data yang penting,di laptop dan di flashdisk. Memang awalnya berat untuk dijalani,karena laptop saya memberatkan tas saya. Tetapi lama-kelamaan saya bisa menerima bahwa flashdisk kesayangan saya sudah tamat riwayatnya,dan saya pun merelakan data yang ada didalamnya. Bagi saya,meskipun itu sebuah flashdisk tetapi flashdisk itu tidak akan tergantikan,karena itu merupakan flashdisk pertama saya dan sekaramg saya menyimpanya dengan baik sebagai kenang-kenangan.<<<<<
I      Itulah cerita pengalaman move on saya yang aneh. Maaf kalau ceritanya garing dan tidak seru. Mungkin saya belum menulis dengan tepat. Mohon kritikannya…..

0 komentar:

Posting Komentar